Evra: Mengapa Saya Tidak Boleh Percaya pada Nabi Muhammad?

Corner  
Legenda Manchester United, Patrice Evra, menyarankan para pembenci Islam untuk lebih dahulu mempelajari Islam sebelum memberikan penilaian. (kredit foto: futballnews.com)
Legenda Manchester United, Patrice Evra, menyarankan para pembenci Islam untuk lebih dahulu mempelajari Islam sebelum memberikan penilaian. (kredit foto: futballnews.com)

CORNER – Legenda AC Milan asal Belanda, Clarence Seedorf, belum lama ini mengumumkan lewat akun Instaramnya bahwa dirinya telah memeluk agama Islam. Legenda Manchester United, Patrice Evra, langsung menyambut hangat kabar baik tersebut.

Di kolom komentar, Evra memberi selamat kepada Seedorf melalui sebuah kata sederhana: ‘’Masya Allah, Bro.’’ Evra tak lupa memasangkan emoticon hati dan selamat.

• Xavi: Barcelona Sangat Menghormati Islam
• Benzema Pilih Cara Islami untuk Pulihkan Kebugaran Tubuh

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Evra yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik, selama ini dikenal selalu membela Islam. Saat serang teror pecah di Barcelona pada Agustus 2017, mantan bek sayap Juventus ini tampil membela umat Islam. Ia membela Muslim yang menjadi sasaran serangan Islamphobia pasca serangan teror di Barcelona tersebut.

‘’Saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya tentang apa yang terjadi saat ini dan tentang agama,’’ tulis Evra di akun Instagramnya.

• Mike Tyson: Hidup Hanyalah Sebuah Proses Indah Menuju Kematian
• Sergio Aguero ke Negeri Muslim untuk Tenangkan Diri

Evra mengatakan bahwa ia berbicara 6 bahasa. Ia dibesarkan sebagai seorang katolik, tetapi ia juga ingin belajar tentang setiap agama sama seperti ia ingin belajar banyak bahasa.

Evra mengaku saat itu dirinya sedang belajar tentang Islam. Dia saat itu sedang membaca Alquran. ‘’Semakin saya dewasa, semakin saya bertanya pada diri sendiri, saya percaya pada Tuhan, saya percaya pada Yesus, jadi mengapa saya tidak harus percaya pada nabi Muhammad,’’ tulis Evra.

• Kisah Maradona dan Jam Rolex Palsu
• Benzema: Cinta, Sabar, Alhamdulillah

Evra mengakui beberapa orang memang menggunakan agama untuk menciptakan perang atau membunuh orang yang tidak bersalah di seluruh dunia. Beberapa orang dimanipulasi dengan pandangan yang menyimpang tentang agama.

Beberapa pemimpin dan beberapa media ingin menciptakan kebencian di sekitar agama tertentu. ‘’Jadi, yang ingin saya katakan adalah, sebelum Anda menilai seseorang atau menilai suatu agama, pelajarilah dahulu tentang (agama) itu.’’

• Pembuktian, Zidane Bikin Frustasi Real Madrid
• Kutukan Sepak Bola Afrika

‘’Saya katakan sekali lagi Islam adalah agama yang indah tentang perdamaian, tentang saling membantu,’’ katanya.

Mantan bek sayap Marseille dan West Ham United ini menyarankan berhenti membaca media. Karena, beberapa media cenderung menyudut umat Islam sehingga justru menyuburkan kebencian dan sikap rasis.

• Koeman: Messi Memang Sengaja Diusir Pergi
• Bukan Hanya Pique yang Khianati Messi

‘’Kita harus berhenti membaca media. Hentikan kebencian, berhenti takut tentang hal-hal yang tidak Anda ketahui. Hentikan terorisme. Hormati setiap agama.’’

• Barcelona Temukan Sosok Andres Iniesta pada Diri Bocah 19 Tahun

‘’Jika Anda takut pada agama tertentu... daripada takut, cobalah untuk mempelajarinya dan mendengarkan sebelum Anda membuat penghakiman.’’

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image