Pembuktian, Zidane Bikin Frustasi Real Madrid

Corner  
Luca Zidane (Twitter/@RayoVallecano)
Luca Zidane (Twitter/@RayoVallecano)

MADRID – Ada sosok yang menarik perhatian ketika Real Madrid susah payah mencuri kemenangan tipis 1-0 dari markas Rayo Vallecano dalam lanjutan La Liga Spanyol pada Ahad (27/2/2022) lalu. Sosok yang dulu tidak pernah dianggap di Santiago Bernabeu, malam itu mampu membuat frustasi Real Madrid.

Ya, Luca Zidane. Anak dari Zinedine Zidane, legenda sepak bola Prancis sekaligus mantan pelatih Real Madrid.

Dendam Lama Hakimi, Dicuekin Zinedin Zidane

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Luca memiliki curriculum vitae yang sangat mengesankan. Dia memiliki medali Liga Champions, dua Piala Dunia Antarklub, Piala Super UEFA dan Supercopa de Espana. Dia memenangkan masing-masing gelar bersama Real Madrid ketika sang ayah menjadi pelatihnya.

Benzema Pilih Cara Islami untuk Pulihkan Kebugaran Tubuh

Luca selalu dipilih karena ayahnya menjadi pelatih, terlepas dari kenyataan bahwa dia berada di Real Madrid (2018-2020) dan akademi mereka (2016-2019) karena memang cukup bagus. Pada musim 2018, Luca gabung skuad utama Real Madrid dengan melewati setiap tahap.

Tapi, Luca tidak pernah berhasil lepas landas ketika dia mencapai tim utama. Ia sempat dipinjamkan ke Racing Santander pada musim 2019-2020.

Prediksi Maradona Terbukti: Boyong Mbappe, Lepas Bale
Real Madrid dan MU Bersaing Rebutkan Pochettino

Banyak orang meragukan apakah Luca cukup bagus untuk bermain di La Liga Santander. Zinedine Zidane selalu berargumen bahwa kiper pilihan ketiga harus pemain muda. Tetapi, kritikus tidak pernah bisa melepas nama besar Zidane dari nama belakang Luca.

Pembuktian Luca
Pada musim ini, Luca Zidane membuktikan bahwa mereka yang meragukannya itu salah besar. Dia telah tampil mengesankan berkali-kali di La Liga Santander.

Sergio Aguero ke Negeri Muslim untuk Tenangkan Diri

Berdasarkan catatan ESPN, Luca sejauh ini mampu melakukan lima kali penyelamatan dalam enam laga Rayo Vallecano di pentas La Liga Spanyol. Ia kebobolan 10 gol dalam enam pertandingan tersebut.

Di kancah Copa del Rey, Rayo Vallecano menurunkan Luca sebagai starter sebanyak empat kali. Ia mampu membukukan satu clean sheet alias tidak kebobolan. Dari empat laga tersebut, Luca kebobolan sebanyak tiga gol.

Pesan Khianat untuk Lionel Messi
Dembele: Dari Cacian Berubah Tepukan

Dan, pertandingan melawan mantan klubnya pada Ahad malam kemarin menunjukan kualitasnya. Luca benar-benar membuat frustas Real Madrid yang kesulitan menjebol gawang Rayo Vallecano.

Upaya Marco Asensio digagalkan oleh tiga penyelamatan bagus Luca Zidane. Sementara, pemain Real Madrid lainnya merasa frustrasi sebelum Karim Benzema menemukan cara untuk mengalahkannya lewat umpan ciamik Vinicius. Real Madrid baru mampu menjebol gawang Luca Zidane ketika pertandingan tersisa tujuh menit.

'Pembunuh' Sepak Bola Indah Barcelona
Xavi: Barcelona Sangat Menghormati Islam

Sedikit demi sedikit, sebut laporan Marca, Luca Zidane keluar dari bayang-bayang nama besar keluarganya yang selalu menutupi dirinya. Sekarang, dia akhirnya mulai mendapatkan rasa hormat yang layak dia dapatkan di LaLiga Santander.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image