Kejanggalan Dalam Kemenangan Dramatis Real Madrid

Madrid  
Bek Real Madrid, Nacho (tengah), melakukan selebrasi usai mencetak gol yang membuat kedudukan imbang 2-2 atas tuan rumah Sevilla FC di la La Liga Spanyol. (Twitter/@realmadriden)
Bek Real Madrid, Nacho (tengah), melakukan selebrasi usai mencetak gol yang membuat kedudukan imbang 2-2 atas tuan rumah Sevilla FC di la La Liga Spanyol. (Twitter/@realmadriden)

MADRID NEWS – Real Madrid berhasil mencuri kemenangan dramatis dari tuan rumah Sevilla FC saat kedua tim bertemu di lanjutan laga La Liga Spanyol di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan pada Senin (18/4/2022) dini hari WIB. Sempat tertinggal 2-0 di babak pertama, Real Madrid mampu membalikkan keadaan untuk mengunci kemenangan dramatis 2-3.

Tuan rumah Sevilla menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 lewat gol Ivan Rakitic (21') dab Erik Lamela (25'). Di babak kedua, tim tamu Real Madrid menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Rodrygo (50') dan Nacho (82').

• Sevilla vs Real Madrid: Dua Menit, Dua Gol dan Dua Muslim
• Ternyata, Modric Ikut Berperan Singkirkan Barcelona dari Liga Europa

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Striker Muslim asal Prancis, Karim Benzema, keluar menjadi penyelamat Real Madrid. Lewat golnya pada menit injurytime (90'+2'), Los Merengues akhirnya bisa membawa pulang kemenangan 2-3 dari Ramon Sanchez Pizjuan.

• Skandal Camavinga Warnai Kemenangan Dramatis Real Madrid

Terlepas dari hasil tersebut, seperti dikutip dari harian olahraga Spanyol Sport, ada beberapa kejanggalan terkait keputusan wasit Cuadra Fernande. Berikut beberapa keputusannya yang dianggap kontroversi.

● Handsball Diego Carlos
Di babak pertama atau tepatnya menit ke-17, Real Madrid semestinya mendapat hadiah penalti. Bek Sevilla, Diego Carlos, menyentuh bola di kotak terlarang.

Tetapi, wasit Cuadra tidak bereaksi karena menganggap bek asal Brasil itu tidak melakukan handsball. ‘’Dalam sepak bola, terkadang ada hal-hal yang sulit untuk dipahami. Salah satunya seperti evaluasi tangan Diego Carlos,’’ ujar pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, yang menilai semestinya timnya mendapat hadiah penalti.

● Kartu Merah Eduardo Camavinga
Kali ini kubu tuan rumah Sevilla yang memprotes keputusan janggal dalam pertandingan semalam. Gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, saat itu melakukan tekel keras dari belakang terhadap striker Sevilla, Anthony Martial, yang tinggal berhadapan dengan satu bek di depannya.

Itu bisa menjadi kartu kuning kedua untuk Camavinga. Karena, tujuh menit sebelumnya, gelandang asal Prancis itu sudah terkena kartu kuning pada menit ke-31. Namun wasit Cuadra Fernandez tidak mengeluarkan kartu kuning kedua sehingga Camavinga tidak diusir keluar lapangan atas tekel keras terhadap rekannya di timnas Prancis itu.

‘’Camavinga terhindar dari kartu kuning kedua atas tekelnya terhadap Martial. Wasit memutuskan itu bukan pelanggaran dan justru memberi kartu kuning kepada Martial karena aksi protesnya,’’ sebut laporan ESPN.

● Gol Anulir Vinicius Junior
Pada menit ke-73, Real Madrid mencetak gol penyama 2-2 lewat winger Vinicius Junior. Namun, keputusan VAR menganulirnya karena lengan winger asal Brasil itu menyentuh bola sebelum melepaskan tembakan.

‘’Sepertinya tidak ada pelanggaran. Pemainnya menjamin tidak ada bola yang disentuh dengan tangannya,’’ kata Ancelotti. ‘’Kami tidak mengerti bagaimana wasit menganulir gol Vinicius karena handball, sementara Diego Carlos tidak dikatakan handball.’’

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image