Real Madrid Lepas Ronaldo karena Suka Main Cewek

Corner  
Fabio Capello (Twitter/@InfiniteMadrid)
Fabio Capello (Twitter/@InfiniteMadrid)

KARTUMERAH – Fabio Capello berbagi cerita tentang pengalamannya membesut Real Madrid untuk periode kedua (2006-2007). Salah satunya tentang keputusan klub melepas Ronaldo Nazario ke AC Milan pada Januari 2006/2007.

"Keputusan untuk memecat Ronaldo dan merekrut (Antonio) Cassano membantu menciptakan semangat kemenangan dalam tim," kata Capello dalam acara Festival dello Sport di Trento, Italia, seperti dikutip Marca, Senin (26/9/2022).

Capello sebelumnya telah menangani Real Madrid pada musim 1996-1997. Di periode keduanya, ia mengalami masalah dengan pemain bintangnya asal Brasil tersebut.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Capello sama sekali tidak meragukan bahwa Ronaldo merupakan pemain hebat. Pelatih asal Italia itu pun sebenarnya masih membutuhkan jasa striker yang sempat memperkuat Barcelona dan Inter Milan sebelum gabung Los Merengues tersebut. Tapi, kelakuan Ronaldo membuat segalanya menjadi berjalan sulit.

Capello suatu ketika mendapat telepon dari presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, yang menanyakan kabar Ronaldo. Capello saat itu bercerita apa adanya dan tidak menyarankan Berluconi untuk memboyong Ronaldo karena sikapnya yang kurang profesional.

‘’Saya ingat Silvio Berlusconi menelepon saya menanyakan kabar Ronaldo,’’ kata Capello.

‘’Saya mengatakan kepadanya bahwa dia bahkan tidak berlatih. Dia (Ronaldo) terlalu menyukai dugem dan wanita. Jadi, membawanya ke Milan akan menjadi sebuah kesalahan,’’ ujar Capello. ‘’Keesokan harinya saya melihat berita utama di surat kabar: 'Ronaldo di Milan'. Itu sungguh lucu.’’

Ronaldo akhirnya hengkang setelah memperkuat Real Madrid selama lima musim sejak 2002. Pada Januari 2007, pemain asal Brasil itu resmi gabung AC Milan dengan nilai transfer 8,05 juta euro.

Sebagai pengganti Ronaldo, Capello memboyong Casano dari AS Roma dengan nilai transfer 5 juta euro. ‘’Cassano membantu menciptakan semangat kemenangan dalam tim," katanya. “Kami mampu merebut sembilan poin dari Barcelona dalam 10 pertandingan terakhir dan saya masih bangga dengan pencapaian tersebut.’’

Pelatih asal Italia itu juga mengungkapkan bahwa Real Madrid adalah tim yang meninggalkan jejak terbesar pada dirinya. Terutama karena bagaimana ia membentuk klub selama perjalanan pertamanya di Santiago Bernabeu ketika ia memenangkan gelar liga pada tahun 1997.

"Real Madrid adalah tim yang paling bertahan di hati saya karena saya harus membangunnya dengan mendatangkan pemain yang menurut Anda bisa membuat perbedaan,’’ ujar Capello.

"Saya memiliki empat pemain berusia 20 tahun di tim utama,’’ katanya. ‘’Saya mendatangkan (Clarence) Seedorf dari Sampdoria dan Roberto Carlos untuk membantu pertahanan."

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image