Real Madrid Dibantai Atletico, Dimana Letak Kesalahannya?
JAKARTA -- Real Madrid menderita kekalahan pertamanya musim ini usai dibantai Atletico Madrid dengan skor 1-3 dalam derbi ibukota pada pekan keenam La Liga Spanyol. Kekalahan di Stadion Civitas Metropolitano, markas Atletico Madrid, pada Ahad (25/9/2023) kemarin sekaligus memaksa Los Merengues turun dari puncak klasemen.
Manager Real Madrid, Carlo Ancelotti, malam itu memainkan formasi favorit lamanya yakni formasi ‘Pohon Natal’ 4-3-2-1. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan formasi tersebut, tetapi penempatan pemainnya mungkin yang kurang tepat.
Rodrygo Goes ditempatkan sebagai penyerang tunggal dalam formasi tersebut. Rodrygo yang biasanya bermain sebagai pemain sayap, terlalu lemah untuk berada di depan sendirian. Apalagi, pemain asal Brasil ini harus menghadapi tiga bek Atletico Madrid yang ganas-ganas.
Bintang baru Real Madrid, Jude Bellingham, biasanya ditempatkan sebagai gelandang serang di belakang tiga penyerang dalam formasi 4-3-3. Namun Bellingham kali ini diduetkan dengan Luka Modric di belakang Rodrygo.
Tandem Jude Bellingham-Luka Modric juga tak terlalu bangkit. Bellingham masih harus mempelajari peran barunya di formasi berlian. Menyesuaikan diri lagi dengan sesuatu yang baru dalam permainan seperti ini bukanlah ide bagus.
‘’Dia (Jude Bellingham) menunjukkan performa yang membosankan,’’ sebut ESPN.
Modric adalah pertaruhan lain yang menjadi bumerang. Modric sudah berusia 38 tahun dan baru bermain 79 menit di Liga Champions, sehingga terlalu riskan memainkannya dalam laga seperti ini.
Versi rasional dari 4-3-2-1 adalah Joselu Mato di depan karena dia memang seorang striker. Sementara, Bellingham dan Rodrygo di belakangnya seperti yang terlihat di babak kedua.
Aurelien Tchouameni juga tidak mampu berbuat banyak untuk memenangkan pertempuran lini tengah. Terlebih Modric dan Toni Kroos yang selama ini menjadi ruhnya, sudah lebih dulu diturunkan sebagai starter.
‘’Anda tidak akan meragukan kemampuannya (Carlo Ancelotti) dalam meracik formasi dengan kondisi keterbatasan pemain. Namun ketika dia melakukan kesalahan pada awalnya, Anda akan menyadari betapa kosongnya lemari Real. Tidak ada cukup pemain berbakat untuk mengatasi keputusan taktis yang buruk dari bangku cadangan,’’ tulis ESPN dalam kesimpulan tulisan analisanya.